Bendungan

Bendungan
Kontruksi

Jumat, 30 Juli 2010

Fakta Menarik dari Tubuh

Jakarta, Banyak fakta seputar tubuh manusia yang belum banyak diketahui. Jika anda mengaku sudah bisa mengenal tubuh dengan baik tentunya juga tahu tentang fakta-fakta ini.

Tubuh manusia terdiri dari berbagai macam organ dan jaringan yang bisa bekerja sama, hal ini membuat seseorang bisa hidup dengan baik.

Dikutip dari Howstuffworks, Kamis (29/7/2010) ada 16 fakta menarik seputar tubuh manusia, yaitu:

1. Cetakan lidah (tongue print)
Jika ingin menyembunyikan identitas diri, sebaiknya tidak menjulurkan lidah secara sembarangan. Karena sama seperti jari, setiap orang memiliki cetakan lidah yang berbeda-beda.

2. Ganti kulit
Ternyata tidak hanya hewan yang bisa mengalami ganti kulit. Karena manusia merontokkan 600.000 partikel kulit setiap jamnya, sehingga diperkirakan rata-rata orang kehilangan 10 pon kulit pada usia 70 tahun.

3. Tulang bayi lebih banyak dari orang dewasa
Orang dewasa memiliki jumlah tulang yang lebih sedikit dibandingkan saat masih bayi. Saat memulai kehidupan seseorang memiliki 350 tulang, tapi seiring pertumbuhan, beberapa tulang ada yang menyatu sehingga saat dewasa hanya memiliki 206 tulang.

4. Lapisan perut berganti setiap 3-4 hari
Tanpa disadari setiap 3-4 hari seseorang akan mendapatkan lapisan perut yang baru. Karena jika tidak ada pergantian lapisan, asam di perut yang harusnya menghancurkan makanan malah akan menghancurkan dinding perut.

5. Hidung mampu mencium 50 ribu bau
Hidung manusia memang tidak memiliki sensitifitas yang tinggi seperti anjing, tapi hidung manusia mampu mengingat 50.000 bau yang berbeda.

6. Ukuran usus sangat panjang
Usus kecil manusia sekitar empat kali rata-rata tinggi orang dewasa. Karena itu jika tidak melingkar bolak balik, maka usus yang panjangnya 548,64cm - 701,04cm ini tidak akan bisa masuk ke dalam rongga perut dan bentuknya akan berantakan.

7. Ada 32 juta bakteri di kulit manusia
Setiap inci dari kulit tubuh manusia memiliki sekitar 32 juta bakteri di atasnya, tapi beruntungnya sebagian besar dari bakteri ini tidak berbahaya.

8. Sumber dari bau badan
Sumber dari bau kaki dan ketiak adalah akibat keringat. Dan sepasang kaki memiliki 500.000 kelenjar keringat yang bisa menghasilkan setengah liter lebih keringat setiap harinya.

9. Kecepatan bersin
Udara yang dikeluarkan ketika seseorang bersin bisa memiliki kecepatan 100 mil per jam atau lebih. Karena itu seseorang diharuskan untuk menutup hidung dan mulutnya ketika sedang bersin, hal ini agar bakteri atau kuman yang dikeluarkan tidak menulari orang lain.

10. Perjalanan darah di dalam tubuh
Darah yang mengalir di dalam pembuluh darah memiliki panjang perjalanan sekitar 60.000 mil di dalam tubuh manusia. Selain itu pompa jantung bekerja keras sekitar 2.000 galon darah yang melalui pembuluh darah setiap harinya.

11. Punya 25 ribu liter air ludah
Seseorang mungkin tidak pernah membayangkan akan berenang di dalam air liur. Tapi dalam seumur hidupnya, rata-rata seseorang memproduksi sekitar 25.000 liter air liur. Hal ini berarti air liur seseorang cukup untuk mengisi dua kolam renang.

12. Suara mendengkur yang keras
Pada usia 60 tahun, sekitar 60 persen laki-laki dan 40 persen perempuan akan mendengkur. Tapi suara mendengkur ini bisa membuat seseorang menjadi tuli. Rata-rata suara dengkuran seseorang memiliki tingkat kebisingan sekitar 60 desibel, tapi ada juga yang bisa mencapai 80 desibel yang mana setara dengan suara bor untuk memutus beton.

13. Warna dan jumlah rambut
Warna rambut ternyata juga menentukan seberapa banyak jumlah rambut yang dimilikinya. Orang dengan rambut pirang memiliki sekitar 146.000 folikel, rambut hitam memiliki sekitar 110.000 folikel, rambut coklat sekitar 100.000 folikel, rambut merah sekitar 86.000 folikel. Dari masing-masing folikel ini akan memproduksi 20 helai rambut.

14. Pertumbuhan kuku
Kuku yang sering digunakan akan memiliki pertumbuhan yang lebih cepat, karena itu kuku jari tangan akan lebih cepat panjang dibandingkan dengan kuku jari kaki. Dan rata-rata pertumbuhan kuku sekitar sepersepuluh inci (0,254 cm) setiap bulannya.

15. Berat kepala
Tidak mengherankan jika seorang bayi sangat sulit untuk mengangkat kepalanya, karena kepala manusia saat dilahirkan adalah seperempat dari total panjang tubuhnya. Sedangkan saat mencapai dewasa, berat kepalanya hanya seperdelapan dari total panjang tubuh seseorang.

16. Membutuhkan tidur
Seseorang mungkin bisa pergi tanpa makan selama berminggu-minggu tanpa menyerah. Tapi jika selama sebelas hari seseorang tidak tidur sama sekali, maka orang tersebut akan tidur selamanya. (Sumber detikHealth)

Cedera Karena Sandal Jepit

Jakarta, Banyak yang menyebut high heels (sepatu hak tinggi) sebagai alas kaki yang tidak baik untuk kesehatan. Kenyataannya tidak hanya high heels, sandal jepit sekalipun juga punya risiko.

Menurut catatan layanan kesehatan di Inggris (NHS), tak kurang dari 200.000 orang tiap tahun mendatangi dokter dengan keluhan yang terkait sandal jepit. Kerugian nasional yang ditimbulkan oleh cedera akibat sandal ekonomis itu bahkan mencapai 40 juta poundsterling per tahun (Rp 520 miliar).

Para pasien umumnya mengalami cedera akibat terjatuh saat mengenakan sandal jepit. Sebagian lainnya mengalami dampak jangka panjang, antara lain timbulnya rasa nyeri di bagian betis dan tulang kering.

Untuk menahan sandal agar tidak terlepas, tumpuan saat melangkah menjadi lebih banyak terletak di sisi luar dan bukan pada tumit. Emma Supple, konsultan kesehatan kaki (podiatris) di sebuah pabrik sandal mengatakan hal ini dapat melemahkan tendon dan memicu nyeri pada otot kaki.

Risiko lain yang sering dikeluhkan adalah keseleo, baik pada pergelangan kaki maupun tangan. Cedera pada lengan dan pergelangan tangan umumnya terjadi karena gerakan kaki tidak stabil sehingga mudah tersandung tersandung, lalu keseleo dan terjatuh.

Minimnya penahan pada sandal jepit juga menyebabkan jari-jari harus selalu berkontraksi untuk menjepit tali sandal, sehingga rentan mengalami nyeri pada kulit bahkan melepuh bagi yang tidak biasa. Pada jari kelingking yang posisinya terletak paling tidak terlindungi, risiko patah lebih besar terutama jika tersandung.

Menurut Emma, sandal jepit sebenarnya tidak lebih berbahaya dibanding high heel. Namun karena sangat populer dan dipakai terus menerus selama musim panas, maka risiko cedera menjadi lebih tinggi. (sumber detikHealth)

Paus pun Harus Berteriak Akibat Polusi Suara

Pennsylvania, Polusi suara dan kebisingan tampaknya tak bisa lagi terelakkan, terutama di daerah perkotaan dan kawasan industri. Polusi udara ini ternyata tak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga pada kehidupan paus di lautan.

Sama halnya dengan manusia yang harus berteriak untuk memecah kebisingan, paus pun harus berteriak agar seruannya bisa terdengar di perairan laut yang semakin bising.

Berdasarkan penelitian, paus jenis Eubalaena glacialis atau North Atlantic Right Whales harus meningkatkan volume suaranya sebagai dampak dari peningkatan kebisingan lingkungan. Pada titik tertentu, kondisi ini bisa sangat meresahkan.

"Peningkatan kebisingan laut akibat ulah kegiatan manusia menjadi perhatian bagi pihak konservasi hewan laut, khususnya paus jenis right whales," ujar Susan Parks, peneliti akustik dari Penn State University, seperti dilansir dari Livescience, Jumat (30/7/2010).

Menurut Parks, kemampuan mengubah vokalisasi paus dilakukan guna mengimbangi kebisingan lingkungan, yang sangat penting untuk komunikasi dalam populasi paus.

Polusi suara di lautan, sebagian besar terbentuk dua kali lipat setiap dekade atau 10 tahun. Polusi ini jelas mempengaruhi kehidupan paus, terutama yang berkaitan dengan komunikasi paus yang digunakan untuk mencari makanan dan melangsungkan proses perkawinan.

Suara paus yang disebut upcall atau contact call, yang termasuk dalam rentang gelombang ultrasonik biasanya bisa terdengar hingga ribuan kilometer.

Tapi karena semakin bisingnya lautan, paus harus berteriak dan meningkatkan amplitudo serta energi untuk dapat berkomunikasi. Hal ini akhirnya membuat paus semakin stres, karena paus harus jeli membedakan panggilan yang disuarakan paus lain.

Right whales adalah paus balin besar yang sering berenang mendekati pantai. Paus ini kaya akan lemak, perenang yang lamban dan mengapung setelah mati. Akibatnya, banyak pemburu paus yang mengincar right whales yang membuatnya semakin terancam punah. Tapi pada abad ke-20, dibuat larangan untuk pemburuan paus jenis ini.

Kini, populasi paus jenis right whales selalu dimonitor untuk menentukan kesehatan dan jumlah populasi globalnya, karena spesies paus ini sudah tergolong langka.

Penelitian ini secara rinci telah dipublikasikan dalam jurnal Biology Letters edisi 6 Juli 2010.(sumber DetikHealt)

Kamis, 29 Juli 2010

Hasil Survei: Nama Bayi Makin Aneh-aneh

 Jakarta, Coba perhatikan nama-nama bayi sekarang pasti orangtuanya sudah jarang memberi nama Sugeng, Jatmiko, Karsini, Slamet, Bejo, Untung, Sri, Wati, Ningsih, Denok, Temon. Ternyata hampir semua orangtua di dunia ingin nama anaknya beda, unik, moderen bahkan ada yang terkesan aneh.

Survei yang dilakukan Bounty Parenting Club, sebuah organisasi orangtua di Inggris yang peduli tentang nama anak, menemukan banyak orangtua yang memberikan bayinya dengan nama yang tidak biasa.

Dilansir dari Telegraph, Kamis (29/7/2010), orangtua makin meninggalkan nama tradisional dan lebih memilih mengikuti nama selebritas atau memberi nama-nama aneh seperti Shy (malu), Puppy (anak anjing), dan Bean (buncis) untuk anak mereka.

Sebanyak 1 dari 3 orangtua mengakui anaknya diberi nama yang tidak biasa atau mengikuti nama para selebritas atas anak selebritis.

Hal senada juga terjadi di Indonesia, nama-nama tradisional mulai ditinggalkan. Pemberian nama lebih beralih pada nama-nama yang terkesan lebih modern atau kebarat-baratan.

"Berdasarkan observasi dari orangtua yang mencari nama anak, dalam menentukan nama untuk anak pastinya orangtua bermaksud baik dan positif," ujar psikolog Levianti M.Si, Psi ketika dihubungi detikHealth, Kamis (29/7/2010).

Menurut Levianti, nama-nama tradisional beralih menjadi nama-nama moderen karena adanya konformitas (penyesuaian) di antara lingkungan sosial yang menjadi salah satu penyebab.

Pemberian nama yang tidak biasa mungkin memang bisa menimbulkan dampak negatif pada kondisi psikologis anak. Misalnya anak menjadi sering diejek oleh teman sekolahnya, anak merasa minder dan sebagainya. Namun, bila orangtua mau lebih cermat, dampak negatif tersebut bisa saja ditangani.

Orangtua bisa menggunakan momen tersebut untuk mengajak anak berbincang-bincang, memberi pengertian dan menjelaskan makna dari nama yang diberikan pada si anak dan membantu anak untuk lebih percaya diri.

"Dampak yang muncul pada anak, baik itu positif atau negatif, tergantung pada komunikasi yang dilakukan orangtua pada anak," kata psikolog yang mengajar di Universitas Esa Unggul Jakarta.

Sementara para ahli di Inggris memperingatkan para orangtua untuk 'berpikir dengan sangat hati-hati' sebelum menetapkan nama yang tidak biasa tersebut, karena hal ini dapat mempengaruhi keadaan psikologis anak.

Memberikan nama yang terdengar 'edan' dinilai sebagai sikap egois dan tidak memikirkan anak mereka. Bounty Parenting Club juga menemukan 1 dari 10 orangtua menyesali keputusan mereka untuk berbelok dari norma.

Dari 3000 responden yang disurvei sebanyak 300 responden menyesal memberikan nama aneh ke anaknya. Disisi lain makin banyak anak yang terus meminta namanya untuk diganti karena reaksi dari lingkungannya yang tidak menyenangkan.

Responden juga mengaku ketika memberitahukan nama bayi yang baru dinamai aneh, hampir seperlima menunjukkan ekspresi terkejut, hampir sepertiga lainnya menanyakan bagaimana cara mengeja nama si bayi, sementara yang lainnya banyak meminta si orangtua untuk menyebutkan kembali nama si bayi untuk memastikan bahwa mereka telah mendengar dengan baik.

"Catatan kami telah membongkar pilihan nama yang tidak biasa ini pada orang tua selama 1 dekade, juga menjelaskan bahwa tren memberikan nama yang lebih 'edan' ini semakin meningkat," kata Faye Mingo, juru bicara Bounty.

"Memang hebat melihat orangtua menjadi kreatif dan menginginkan anak mereka berdiri di kerumunan dengan nama yang lebih tidak biasa, tetapi ada beberapa nama di sini yang akan membuat anak sulit menjalaninya," lanjutnya.

Orangtua perlu berpikir dengan sangat hati-hati mengenai segala hal yang mungkin akan terjadi pada nama yang tidak biasa tersebut.(Sumber DetikHealt)

Rabu, 28 Juli 2010

Awas, Jangan Saling Meminjam Gunting Kuku

Jakarta, Kebiasaan meminjamkan gunting kuku atau pisau cukur bisa berarti bukan sesuatu yang baik dari sisi kesehatan karena rawannya penularan hepatitis B,C dan D. Mulailah punya barang-barang pribadi sendiri dan jangan saling meminjam.

Hepatitis atau kadang-kadang disebut dengan penyakit kuning merupakan peradangan hati (liver) yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus. Nah, penyakit ini gampang menular jika seseorang meminjamkan barang-barang pribadinya.

Gunting kuku misalnya, ketika terluka saat menggunting kuku atau yang meminjam terluka maka akan terjadi perpindahan darah yang terinfeksi. Jika salah satu punya bakat hepatitis bukan tak mungkin menularkan ke lainnya.

Ada lima tipe hepatitis yang umum, yakni A, B,C, D dan E. Hepatitis A dan E ditularkan melalui feses (kotoran) dan makanan serta minuman yang terkontaminasi. Kedua jenis hepatitis ini pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga relatif tidak berbahaya.

Sedangkan hepatitis B, C dan D umumnya ditularkan lewat darah dan cairan tubuh lainnya seperti semen (cairan pembawa sperma). Hepatitis tipe ini sangat berbahaya, karena bisa mengakibatkan penyakit hati menahun termasuk sirosis (pengerasan hati), gagal hati, kanker hati dan kamatian.

"Infeksi Hepatitis B Virus (HBV) maupun Hepatitis C Virus (HCV) merupakan masalah kesehatan masyarakat global, dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, tidak terkecuali Indonesia," ujar Dr Unggul Budihusodo, Sp.PD, KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dalam acara konferensi media Hari Hepatitis Sedunia di Mario's Place, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

Lebih dari 350 juta orang di dunia telah menjadi pengidap kronik HBV dan 180 juta pengidap HCV. Secara perbandingab, dari 12 orang penduduk dunia, ada 1 orang yang menderita hepatitis.

Bahkan sekitar 500 ribu hingga 2 juta orang meninggal setiap tahunnya karena berlanjut menjadi penyakit hati serius yang diakibatkan oleh infeksi hepatitis B kronik. Ini membuat hepatitis B berada pada posisi kesepuluh penyebab kematian utama di dunia.

Hepatitis B adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus Hepadnaviridae atau Hepatitis B Virus (HBV). HBV dapat menyerang hati dan dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis (terbentuk jaringan parut pada hati) jika infeksi HBV terjadi dalam waktu lama (kronis).

Sedangkan hepatitis C adalah penyakit hati akibat infeksi Hepatitis C Virus (HCV) dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk hepatitis C. Dan menurut Dr Unggul, di Indonesia belum ditemukan kasus infeksi hepatitis D.

Infeksi hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh seperti semen, cairan vagina atau saliva. Penularan ini dapat terjadi melalui:

1. Hubungan seksual dengan penderita hepatitis B atau C
2. Kontak dengan darah dari penderita hepatitis B atau C misalnya jarum suntik (pecandu narkoba), alat pencukur, sikat gigi, pakaian yang terkena darah, alat akupuntur, alat manikur dan gunting kuku, alat tato atau body piercing (tindik) yang tidak steril, bahkan pada saat berkelahi (jika terdapat luka terbuka pada kedua pihak).


Tapi tidak perlu khawatir, hepatitis B dan C tidak ditularkan melalui bersin, batuk, pelukan, atau pegangan tangan.

Berikut beberapa cara untuk melindungi diri dari infeksi hepatitis B dan C, yaitu:

1. Periksa kesterilan jarum yang digunakan untuk tindik telinga maupun bagian tubuh lainnya, tato, akupuntur maupun elektrodialisis.
2. Hindari penggunaan bersama/bergantian gunting kuku, pisau cukur, sikat gigi dan benda-benda lain yang mungkin kontak dengan darah.
3. Hindari berbagi jarum suntik dengan orang lain
4. Lakukan pemeriksaan berkala terhadap hepatitis B dan C jika Anda adalah orang-orang yang berisiko tinggi, misal tenaga kesehatan atau pernah menerima transplantasi organ, transfusi darah, bertukar jarum suntik, seks tidak aman dan lainnya. (sumber detikHealth)

Viagra untuk Anak Segera Dipatenkan

New York, Dalam waktu dekat, Viagra akan tersedia untuk anak-anak. Tentu saja bukan untuk mengatasi disfungsi ereksi, melainkan untuk terapi penyakit langka pada anak yakni hipertensi di paru-paru.

Dikutip dari Foxnews, Kamis (29/7/2010), hipertensi di bagian paru-paru yang disebut juga pulmonary arterial hypertension menyerang 600 anak tiap tahun. Gejalanya berupa rasa kantuk, kelelahan dan rasa nyeri di bagian dada.

Obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit ini adalah Revatio, yang berfungsi mengendalikan aliran darah. Bahan aktif yang digunakan adalah sildenafril, sama seperti Viagra meski dalam dosis yang lebih kecil.

Beberapa dokter yang telah menggunakannya melaporkan, obat ini dapat ditoleransi dengan baik oleh anak-anak. Selain itu, efek samping yang dilaporkan tidak sebanyak obat sejenis yang bekerja untuk mengendalikan pembuluh darah.

Pabrik farmasi yang memproduksi obat tersebut adalah Pfizer, yang juga memegang paten untuk Viagra. Perusahaan ini mengembangkan Revatio setelah badan pengawas makanan dan obat Amerika, FDA mendesaknya untuk mengembang obat untuk mengatasi pulmonary hypertension pada tahun 2001.

Saat ini FDA tengah mengkaji paten untuk Viagra versi anak tersebut, dan akan mengumumkan hasilnya dalam waktu dekat ini. Jika disetujui, FDA akan memberi kompensasi berupa perpanjangan paten selama 6 bulan untuk Viagra versi dewasa yang akan habis pada tahun 2012. (sumber detikHealth)